SUBANG, BOMEN NEWS.ID –
Pemerintah Kabupaten Subang memastikan rencana pembangunan Jembatan Cigebang tidak dihentikan meskipun bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dicoret.
Pemkab kini tengah menyiapkan skema pendanaan alternatif agar proyek tersebut tetap bisa direalisasikan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, mengatakan pembangunan jembatan merupakan kewajiban negara untuk menjamin akses dan keselamatan warga.
“Jembatan itu kebutuhan dasar masyarakat. Pembangunan tetap jalan. Soal anggaran nanti akan dibahas di TAPD,” kata Asep, Sabtu(24/1/2026).
Menurutnya, sebelum polemik pencoretan bantuan mencuat, tahapan awal pembangunan sudah dilakukan, termasuk pembentukan panitia lokal yang melibatkan warga Cigebang.
“Persiapan sudah ada. Panitia dari masyarakat juga sudah dibentuk. Tapi dengan situasi terbaru, tentu kita harus menyesuaikan kembali rencana yang ada,” ujarnya.
Asep menambahkan, Pemkab Subang akan melaporkan perkembangan ini kepada Bupati untuk menentukan langkah strategis, termasuk kemungkinan mengalokasikan dana dari APBD. “Kita koordinasikan dulu dengan pimpinan daerah,” singkatnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa batalnya bantuan provinsi akan melumpuhkan rencana pembangunan. “Bukan pukulan. Ini jadi pengingat bahwa perhatian terhadap lingkungan dan kebutuhan warga harus lebih serius,” katanya.
Di sisi lain, kepastian pemerintah daerah belum sepenuhnya meredakan kekecewaan warga. Masyarakat Cigebang mengaku lelah menunggu janji pembangunan yang tak kunjung terwujud selama bertahun-tahun.
Dea Devita, warga Cigebang, menyebut rencana pembangunan jembatan sempat membangkitkan harapan besar setelah wilayah mereka nyaris dua dekade tidak tersentuh pembangunan infrastruktur.
“Waktu dengar jembatan mau dibangun, rasanya seperti dapat harapan baru. Tapi ternyata harapan itu cepat sekali goyah,” ujar Dea.
Ia menilai polemik antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten justru membuat warga kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Yang jadi korban ya kami, masyarakat. Padahal jembatan ini kebutuhan lama, bukan baru kemarin,” katanya.
Menurut Dea, selama ini pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap kondisi jembatan yang menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan warga.
“Kalau dari dulu diperhatikan, mungkin tidak perlu menunggu sampai ada ribut-ribut seperti sekarang,”
Dea berharap apa yang disampaikan pak Sekda terealisasi dalam pelaksanaan Pembangunan Jembatan Cigebang meski Bantuan dari Provi insi di Coret itu mungkin harapan warga Cigebang ( H. Ade Bom)
